Category: Pendidikan


Bagi rekan-rekan pendidik, membuat soal pilihan ganda adalah suatu hal yang sudah sering dilakukan, namun kita sering lupa bahwa untuk itu perlu memperhatikan kaidah-kaidah penyusunannya. Nah berikut ini di ingatkan kembali apa saja rambu-rambu dalam menyusun soal pilihan ganda tersebut. Semoga bermanfaat.
Kaidah-kaidah penyusunan butir soal bentuk pilihan ganda adalah:
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Pengecoh harus berfungsi
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
5. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
6. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
7. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”.
10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.
11. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
12. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.
13. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
14. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
15. Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa.
16. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
17. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.

Iklan

Setelah sempat simpang siur terkait dengan waktu pelaksanaan UN tahun 2011, akhirnya BSNP memutuskan waktu pelaksanaan UN tahun 2011 dilaksanakan pada bulan April 2011.
Waktu Ujian Nasional (UN) untuk SD/SMP/SMA sederajat adalah sebagai berikut:
1. Waktu UN SMA/MA adalah tanggal 18-21 April 2011
2. Waktu UN SMK/SMALB adalah tanggal 18-20 April 2011
3. Waktu UN SMP/SMPLB/MTs adalah tanggal 25-28 April 2011
4. Waktu UASBN SD/MI/SDLB adalah tanggal 9-11 Mei 2011

Ketentuan dan Kriteria Penyelenggaraan UN tahun 2011
1. Tidak ada Ujian Ulang
2. Ujian Sekolah dilaksanakan sebelum Ujian Nasional
3. Nilai Kompetensi keahlian
a. Ujian teori kejuruan, master soal dari pusat, skorsing oleh sekolah
b. Nilai kompetensi keahlian merupakan salah satu nilai ujian nasional
c. Nilai kompetensi keahlian adalah gabungan dari praktek 70% dan teori 30%
4. Sekolah mengirim nilai sekolah, baik mapel UN maupun mapel yang tidak di-UN-kan ke pusat.
5. Nilai sekolah harus sudah diterima pusat satu minggu sebelum UN.
Kriteria Kelulusan UN
a. Kriteria kelulusan UN mengikutsertakan nilai sekolah
b. Nilai sekolah untuk SMA/MA/SMK adalah gabungan nilai rapor semester 3,4,5 dan ujian sekolah. untuk SMP/MTs nilai rapor semester 1,2,3,4,5.
c. Gabungan nilai UN dan nilai sekolah dilaksanakan pusat.
d. Kriteria kelulusan UN : tidak ada nilai gabungan di bawah 4 dan rata-rata >=5.50; khusus SMK nilai kompetensi keahlian harus >=7.00
Demikian perubahan terbaru waktu ujian nasional mulai dari SD sampai SMA dan kriteria kelulusan tahun pelajaran 2010-2011. Mudah-mudahan tidak ada perubahan lagi yang bikin pusing semua pihak.
sumber : rapat koordinasi pendataan UN 2011 tanggal 28-31 Desember 2010 di Solo.

FLOWER16Moment ketika anda akan memasuki ruang kelas merupakan perjalanan yang sangat penting. Setiap pasanga mata yang ada dalam ruang kelas akan tertuju pada Anda. Mereka akan mengawasi, membentuk opini dan menciptakan asumsi.

Bagaimana Anda memaksimalkan detik-detik sangat berharga ini?

Baca lebih lanjut

Model-Model Pembelajaran

Kadang kala kita merasa tidak tahu lagi dan bingung setengah hidup bagaimana cara mengajar agar pembelajaran yang kita sampaikan menjadi efektif dan efisien, nah buat para pengajar yang mengalami hal seperti diatas, tulisan berikut ini semoga dapat membantu. Selamat membaca kemudian mencobanya.

Baca lebih lanjut

 

SUMMERPredikat sebagai seorang guru yang profesional bagi kebanyakan guru dianggap sebagai anugerah terindah yang pernah diterima selama hayatnya. Bagaimana tidak, sebab selain menyandang predikat sebagai orang yang professional di bidang pendidikan, juga diberikannya Tunjangan Profesi Pendidik yang menyertai predikat itu. Tak tanggung-tanggung, besarnya tunjangan tersebut adalah sebesar gaji pokok -lama- dan tentu saja di potong pajak 15% (kata media sih, besarnya sekali gaji). Dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan, bahwa guru adalah tenaga profesional, selain mendapatkan gaji yang diterima setiap bulan juga memperoleh tunjangan profesi .

Baca lebih lanjut